Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih

Rabu, 30 Mei 2012

Permadani Hijau di Indonesia

Jari seperti lupa dengan abjad di keyboard, sudah seminggu berjalan kunjungan sekitar JABODETABEK dan sekali kunjungan ke Bandung, di benak gw mengasyikkan juga pelesir ke lapangan Golf. Dari lapangan yang sejuk hingga lapangan yang panas, dari mobil antik hingga mobil keluaran terbaru berjejer bak showroom, dari cady pembawa tas alias porter alias pelayan alias pembokat, dari Bos bermodal dan bos penipu juga ada.
ketertarikanku ternyata bukan pada hal yang aku sebutkan diatas, namun gw tertarik pada rumput hijau yang terhampar dilapangan golf tersebut. Rapi tertata menyehatkan mata, pertanyaan muncul dalam benak bagaimana sih perawatannya ? dan bagaimana caranya ?
Rumput bak permadani tergelar itu membutuhkan perawatan luar biasa manja pakai pupuknya saja made in Amerika walah walah Indonesia gak bisa bikin pupuk apa ? tanyaku, coba tak searching deh ternyata banyak kok pupuk baik terbuat dari bahan kimia ataupun organik berbentuk cair dan granular atau pelet dibuat di Indonesia, malah membuat gw bangga pupuk itu dibuat dengan skala industri rumahan.lalu apa alasan pengelola memakai produk luar ketimbang produk lokal, lalu sibuk deh gw mencari banyak jawaban kenapa Pupuk lokal dipakai oleh pengelola lapangan golf sebagai pupuk penunjang saja bukan sebagai pupuk inti untuk lapangan?
Mengapa pupuk dari luar negeri dikhususkan untuk rumput bukan dikhususkan untuk pupuk tanaman produksi seperti cabai, tomat dan tanaman sejenis lainnya ?
Jawabnya ternyata pembuat pupuk di Indonesia lebih fokus dengan lahan pertanian, bukan lapangan golf. Banyak dari produsen lokal belum terinspirasi untuk membuat pupuk yang dikhususkan untuk rumput saja.

Namun dari beberapa hal tadi Gw lebih tertarik dengan pola bisnis atau dagang dengan sistem berkelanjutan dimana sang marketing juga melaksanakan kunjungan dengan melakukan konsultasi lapangan dan pelatihan seperti penyuluh lapangan gitu, walau ada bedanya juga, ini SECRET information biasa pola bisnis Indonesia sisipkan fee 10% ke no rekening Manager lapangan  ( super intendent ) agar bisnis di Indonesia bisa lancar. Nah hal terakhir ini yang gak bisa dikalahin so selamat berjuang pupuk lokal.

0 komentar:

Posting Komentar

Kembali ke ...

SHARE

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Translate

Follow me!Follow me!

P

Terus Bergerak !!!

Semburat Ingin Tahu

Cerdas MerdekA :)

SwaMedium

Ketinggalan Jejak