Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Tahukah anda?

**TAHUKAH KITA?*×*

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur'an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan..

Tahukah Anda....?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

*Taukah Anda*.....?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

*Tahukah Anda*.....?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

*Tahukah Anda*......?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

*Tahukah Anda*......?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

*Tahukah Anda*......?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: "sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku' atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut".
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah... dan tahanlah lebih lama ruku' dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

*Tahukah Anda*.......?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

*Tahukah Anda*.......?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

*Tahukah Anda*.......?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

Silahkan SHARE ! semoga bermanfaat & Semoga menjadi ambyal Jariyah kepada yang membagikan. Aamiin Allahuma Aamiin
Copas from yesmuslim.blogspot.com

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Jumat, 05 Mei 2017

CATATAN AKSI SIMPATIK UMMAT ISLAM INDONESIAA 55

CATATAN AKSI SIMPATIK UMMAT ISLAM INDONESIAA 55

Bagian 2. Narasi Persaudaraan dan Peradaban

Shalat Jum'at dimulai. Jama'ah shalat mendengarkan khutbah. Diluar, tak begitu hening. Saya tak mencatat khutbah Jum'at di siang tadi. Hanya sempat mengingat beberapa penggal yang disampaikan oleh khatib. Salah satu penggal ayat disampaikan. Salah satunya tentang ayat "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah". Ali-Imran ayat ketiga.

Khutbah hari ini begitu dalam. Pertama, khatib menjadikan ayat tersebut sebagai alas dari narasi persaudaraan ummat Islam. Kita adalah ummat yang Allah hadirkan di bumi ini dengan semangat persaudaraan. Dengan semangat ukhuwah dan solidaritas. Dengan semangat ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Dengan semangat cinta tanpa batas teritori dan warna kulit dan suku bangsa. Dengan semangat saling merasakan jika ada salah satu dari kita yang terluka. Semua itu menjadi pengikat yang melahirkan energi ummat yang menakjubkan.

Kedua, khatib mengingatkan kembali bahwa kita -ummat Islam ini- adalah ummat yang bermartabat. Yang dimaksud bermartabat adalah ummat yang memiliki daulat. Kita adalah ummat yang berpakaian kehormatan. Kita adalah ummat yang memiliki harga diri. Ummat yang memiliki marwah dan rasa malu. Ummat yang juga bermanfaat bagi sesama manusia. Kita lembut kepada manusia. Senantiass berbuat baik karena itulah ciri kemanusiaan kita yang palinh sederhana.

***

Ketiga, khatib juga menyampaikan bahwa diantara manusia ada ikatan yang senantiasa harus kita suburkan, pererat dan kuatkan. Itulah ikatan dan persaudaraan atas dasar kebangsaan, kemanusiaan dan peradaban. Persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) adalah ikatan cinta kita sebagai seorang Indonesia dimana seluruh cinta dan perhatian kita kita berikan kepada bangsa ini dan penghuninya.

Persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) juga harus menjadi dasar kita berhubungan. Ada kewajiban kita sebagai manusia yang wajib kita berikan kepada seluruh manusia. Berbuat baik, tolong-menolong, berkomunikasi dan berhubungan dengan akhlak yang baik, rendah hati, saling memuliakan, saling menjaga dan merawat hubungan adalah bagian dari cara kita sebagai ummat dalam menjalani hubungan diantara manusia.

Khatib juga menyampaikan bahwa ada ikatan kita sebagai manusia global, yaitu ikatan peradaban. Inilah ikatan besar yang menyatukan ummat manusia di bumi. Kewajiban kita untuk memakmurkan bumi dan menghalanginya dari kerusakan adalah wujud dari ikatan peradaban. Dengan ikatan peradaban, maka visi kemanusiaan maujud dalam mewujudkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

***

Khatib juga menyampaikan, bahwa aktivitas kehidupan kita, termasuk dalam aktivitas hari ini, harus dikerjakan dengan meluruskan niat terlebih dahulu. Ada orang yang awal langkahnya benar tapi di pertengahan menjadi rusak. Atau awalnya benar, tapi akhirnya rusak, karena tidak menjaga niatnya dengan lurus. Niat adalah pangkal dari seluruh amal. Niat kita pada kebaikan akan menjadi penjaga dari kebaikan itu sendiri.

Di akhir kalimat, khatib menyampaikan bahwa dalam hubungan kita dengan sesama muslim dan dengan manusia, ada nasihat seorang shalih yang bisa menjadi panduan kita dalam menjaga agar senantiasa tumbuh kebaikan diantara ikatan kita. "Kalau tidak bisa mempermudah orang lain, janganlah mempersulit. Kalau tak mampu menghibur orang, janganlah membuatnya sedih. Kalau tidak bisa memuji orang, janganlah menghina".

Nasihat yang sederhana yang sudah dilanggar Ahok. Ia mengumbar kata-kata yang menghina, membuat sedih orang dan mempersulit urusan banyak warganya. Syukurlah ia kalah. Semoga Gubernur DKI yang baru ini lebih lembut hati dan lisannya, lebih mempermudah urusan warganya, lebih memajukan kota dan membuat seluruh penduduknya bahagia. Sederhana sekali permintaan kami.

Hayya 'alash sholah. Hayya 'alal falah. Mari kita sholat Jum'at. Mari menuju kemenangan.

(Bersambung)
#CopasfromWAGAksiBelaIslam

Jakarta, 5 Mei 2017

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Jagalah dirimu!!!

Umat Muslim sejatinya adalah insan-insan yang penuh ketaatan pada Allah SWT. Mereka tidak sekadar berikrar akan keesaan Allah SWT serta menjaga ibadah semisal shalat, shaum, atau zakat. Mereka pun tidak pernah tawar-menawar akan perintah dan larangan Allah SWT. Mereka senantiasa mendengar serta siap menjalankan syariah-Nya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sungguh jawaban kaum Mukmin itu, bila dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, ialah ucapan. "Kami mendengar dan kami patuh." Mereka itulah orang-orang yang beruntung (TQS an-Nur [24]: 51).

Keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah saw. yang hakiki tak cukup sekadar ucapan di mulut tetapi kosong dari pembuktian. Keimanan hakiki harus terwujud dalam ketaatan dan keberpihakan pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Tanpa itu, keimanan hakiki jauh dari kenyataan.

Penuhi Panggilan Allah SWT dan Rasul-Nya

Di antara tanda keimanan hakiki adalah bersungguh-sungguh memenuhi panggilan Allah dan RasulNya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada sesuatu yang memberikan kehidupan kepada kalian (TQS al-Anfal [8]: 24).

Terkait ayat di atas, Imam ath-Thabari rahimahulLâh mengatakan, “Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya dengan ketaatan jika keduanya menyeru kalian pada perkara yang menghidupkan kalian, yaitu kebenaran...jika keduanya menyeru kalian pada hukum al-Quran.”

Dalam Tafsîr al-Qaththân juga dikatakan, “Wahai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan bersiaplah dalam hal yang Dia perintahkan kepada kalian, dan jawablah seruan Rasul dalam menyampaikan apa yang Allah perintahkan jika Rasul menyeru kalian pada perintah-perintah Allah dengan hukum-hukum yang di dalamnya ada kehidupan bagi raga, jiwa, akal dan hati kalian.” (Taysîr at-Tafsîr al-Qurân lil-Qaththan, 2/102, Maktabah Syamilah).

Begitu penting dan wajib memenuhi panggilan Allah SWT dan Rasul-Nya, seorang Muslim harus meninggalkan perkara-perkara lain yang masih bisa ditinggalkan. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah menegur seorang sahabat bernama Abu Said bin al-Mualla ra. yang tidak bersegera menjawab panggilan beliau karena memilih untuk menyelesaikan terlebih dulu shalatnya. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada dia, “Apa yang menghalangi kamu untuk datang? Bukankah Allah telah berfirman: Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul jika Rasul menyeru kalian pada sesuatu yang memberikan kehidupan kepada kalian.”

Para sahabat mencontohkan bagaimana seharusnya seorang Muslim senantiasa wajib berpihak pada perintah dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Ketika turun QS al-Maidah (5) ayat 90 yang mengharamkan khamr, mereka segera membuang persediaan, khamr termasuk yang tengah berada di gelas-gelas mereka yang hendak mereka minum, tanpa menunda waktu lagi; tanpa lagi berpikir bahwa itu sudah menjadi adat kebiasaan mereka.

Demikian pula saat Allah SWT mengharamkan menikah dengan pria dan wanita musyrik (QS al-Mumtahanah [60]: 10), para sahabat segera menjatuhkan talak kepada istri mereka yang tidak mau diajak beriman. Pada saat itu Umar bin Khaththab ra. menceraikan dua orang istrinya (lihat: Tafsîr Ibnu Katsîr, 8/94, Maktabah Syamilah).

Seorang Mukmin juga tak rela bila melihat hukum-hukum Allah SWT terabaikan meski hanya satu hukum. Mereka akan bersegera meluruskan setiap penyimpangan dari perintah Allah SWT dan Nabi-Nya. Ketika pada masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq ra. muncul kelompok-kelompok yang menolak membayar zakat, Khalifah segera mengirim utusan untuk mengingatkan mereka akan kewajiban zakat. Manakala mereka tetap menolak, Abu Bakar ra. akhirnya memutuskan untuk memerangi mereka.

Saat itu Umar bin al-Khaththab ra. mengingatkan Khalifah Abu Bakar ra. karena keputusan itu berarti memerangi orang yang telah bersyahadat dan shalat.

Khalifah Abu Bakar ra. memberikan jawaban yang tak bisa dibantah kebenarannya oleh Umar bin al-Khaththab ra., “Demi Allah, aku akan memerangi orang yang memisahkan antara shalat dan zakat karena sesungguhnya zakat adalah hak atas harta. Demi Allah, jika sekiranya mereka menahan dariku seutas tali, pasti akan aku perangi mereka karena kelakuan mereka itu.”

Ucapan Khalifah Abu Bakar ra. menegaskan kewajiban atas umat untuk melaksanakan syariah Islam secara kâffah tanpa boleh ada satu pun yang tercecer apalagi sengaja diabaikan. Meninggalkan satu perintah Allah SWT berkonsekuensi dosa besar di sisi-Nya. Lalu alasan apa yang bisa kita ajukan ke hadapan Allah SWT bila hari ini banyak sekali hukum-hukum-Nya yang ditinggalkan?

Saat ini ekonomi umat dibiarkan dicengkeram oleh sistem kapitalisme-neoliberalisme. Sistem ini telah menciptakan jurang kemiskinan yang semakin menganga lebar. Sumberdaya alam dikeruk bangsa asing bukan untuk kesejahteraan umat. Praktik ribawi dianggap biasa, padahal itu adalah dosa besar.

Kehidupan sosial umat terpuruk dalam hedonisme, perzinaan dan perselingkuhan. LGBT merebak. Tingkat perceraian justru meroket. Semua ini akibat syariah Islam ditelantarkan.

Padahal tak ada alasan bagi umat Islam untuk menelantarkan syariah Islam dan kewajiban menegakkan Khilafah Islam. Keduanya adalah perkara yang amat agung. Bahkan penegakan Khilafah disebut sebagai tâj al-furûd (mahkota kewajiban) karena banyak kewajiban agama yang tak mungkin terlaksana tanpa keberadaan Khilafah. Imam Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan,  “Ketahuilah juga, para sahabat Nabi saw. telah sepakat bahwa mengangkat imam (khilafah) setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib. Bahkan mereka menjadikan pengangkatan imam (khalifah) itu sebagai kewajiban terpenting karena mereka telah menyibukkan diri dengan hal itu ketimbang memakamkan jenazah Rasulullah saw..” (Al-Haitami, Ash-Shawâiq al-Muhriqah, hlm. 17).

Jelas kewajiban melaksanakan syariah Islam dan penegakkan Khilafah secara naqli  merupakan kewajiban yang telah disepakati oleh para ulama, khususnya ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Dosa Besar Menghalangi Dakwah

Hari ini umat bukan hanya telah menelantarkan banyak hukum-hukum Allah SWT, tetapi juga di tengah-tengah mereka bermunculan kelompok-kelompok yang menghadang manusia dari jalan Allah SWT. Mereka mencoba memalingkan manusia yang hendak melangkah ke jalan kebenaran, menjemput hidayah. Mereka justru dicegah, dihalang-halangi dan diintimidasi. Perbuatan ini amat dicela oleh Allah SWT, bahkan pelakunya diancam dengan azab yang pedih, sebagaimana firman-Nya:

أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ (18) الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ (19) أُولَئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ

Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Mereka itulah orang-orang yang tidak meyakini adanya Hari Akhirat. Mereka itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini. Sekali-kali tidak ada bagi mereka penolong selain Allah SWT. Siksaan itu dilipat gandakan atas mereka  (TQS Hud [11]: 18-22).

Yang dimaksud dengan menghalangi manusia dari jalan Allah SWT, menurut Imam ath-Thabari yakni: menolak manusia dari mengikuti kebenaran dan meniti jalan hidayah yang mengantarkan pada (agama) Allah Azza wa Jalla dan mendekatkan mereka ke surga.

Di dalam ayat tersebut Allah SWT menyebutkan berbagai ancaman bagi siapa saja yang menghalang-halangi manusia berjalan di jalan-M. Mereka dilaknat, diancam dengan azab-Nya, tidak akan mendapatkan pertolongan-Nya, dilipatgandakan azab-Nya atas mereka, usaha mereka akan lenyap dan di akhirat akan merugi.

Rasulullah saw. juga mengingatkan orang-orang yang menebarkan permusuhan kepada sesama Muslim dengan kebatilan, padahal mereka tahu yang mereka lakukan adalah perbuatan batil. Beliau bersabda:

وَمَنْ خَاصَمَ فِى بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِى سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِى مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ

Siapa saja yang berseteru dalam kebatilan, sementara ia tahui, maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkan perseteruan itu. Siapa saja yang mengatakan pada diri seorang Mukmin sesuatu yang tidak ada pada dirinya, maka Allah akan menempatkan dia dalam perasan penduduk Neraka hingga ia meninggalkan apa yang ia katakan (HR Abu Daud).

Wahai kaum Muslim:

Jadilah bagian dari para pejuang yang berjuang menegakkan syariah dan Khilafah, dan jangan menjadi kelompok orang yang justru menghalangi manusia dari jalan Allah SWT! Sungguh telah jelas kerusakan menimpa kita karena kita jauh dari kehidupan Islam, sedangkan Islam senantiasa mengajak kita ke dalam petunjuk Allah SWT. Tak ada petunjuk yang paling lurus melainkan datang dari agama Allah SWT.

Sungguh besar dosa orang-orang yang menghalangi manusia dari jalan dakwah dan bersekutu dengan kemungkaran. Perbuatan tersebut adalah pengkhianatan terhadap Allah SWT, Rasulullah saw. dan umat. []

Al-Islam No. 855, 8 Sya'ban 1438 H — 5 Mei 2017

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Jumat, 24 Juni 2016

Kisah Uwais Al Qarni

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

*Untuk Sahabat Yg belum pernah membaca Kisah Uwais Al Qorni..Semoga bisa mengambil Manfaat*
*------------------------------*
*------------------------------*

Kisah Uwais Al Qarni.. Pemuda Istimewa di Mata Rasulullah

“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azzam

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila... Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap sambil menggendong ibunya Tawaf mengelilingi Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Uwais Al Qarni pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan  Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada  Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada  Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi,  Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan  Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena ketika Uwais Al Qarni Wafat

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk menusungnya.   

Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.”

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Selasa, 24 Mei 2016

Bahaya Fitnah

Copas Pagi :
Walau pun panjang, bacalah.! Santai aja baca nya sambil ngupi n makan pisang goreng anget yang penting kita petik ibroh nya
Gambaran bahaya fitnah yang kita sebarkan, sungguh amat sulit utk menghapusnya kembali...

انا حاضر من المدينة نصر العظيم 😊
FITNAH.
“Kyai, maafkanlah saya yang telah memfitnah pak kyai dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.” Aku berusaha menjaga lisanku, tak ingin sedikitpun menyebarkan kebohongan dan menyinggung perasaan kyai.
Kyai Husain terkekeh. “Apa kau serius?” Katanya.
Aku menganggukkan kepalaku dengan penuh keyakinan. “Saya serius, Kyai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.”
Kyai Husain terdiam beberapa saat. Ia tampak berfikir. Aku sudah membayangkan sebuah doa yang akan diajarkan Kyai Husain kepadaku, yang jika aku membacanya beberapa kali maka Allah akan mengampuni dosa-dosaku. Aku juga membayangkan sebuah laku, atau tirakat, atau apa saja yang bisa menebus kesalahan dan menghapuskan dosa-dosaku. Beberapa jenak kemudian, Kyai Husain mengucapkan sesuatu yang benar-benar di luar perkiraanku. Di luar perkiraanku—
“Apakah kau punya sebuah kemoceng di rumahmu?” Aku benar-benar heran Kyai Husain justru menanyakan sesuatu yang tidak relevan untuk permintaanku tadi.
“Maaf, Kyai?” Aku berusaha memperjelas maksud kyai Husain.
Kyai Husain tertawa, seperti kyai Husain yang biasanya. Diujung tawanya, ia sedikit terbatuk. Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menghampiriku, “Ya, temukanlah sebuah kemoceng di rumahmu,” katanya.
Tampaknya Kyai Husain benar-benar serius dengan permintaannya. “Ya, saya punya sebuah kemoceng di rumah, Kiai. Apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?”
Kyai Husain tersenyum.
“Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku,” katanya, “Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu dari kemoceng itu. Setiap kali kau mencabut sehelai bulu, ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kau lalui.”
Aku hanya bisa mengangguk. Aku tak akan membantahnya. Barangkali maksud kyai Husain adalah agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu per satu, maka kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu…
“Kau akan belajar sesuatu darinya,” kata kyai Husain. Ada senyum yang sedikit terkembang di wajahku.
***
Keesokan harinya, aku menemui Kyai Husain dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya. Aku segera menyerahkan gagang kemoceng itu pada beliau.
“Ini, Kyai, bulu-bulu kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu per satu sepanjang perjalanan. Saya berjalan lebih dari 5 km dari rumah saya ke pondok ini. Saya mengingat semua perkataan buruk saya tentang Kiai. Saya menghitung betapa luasnya fitnah-fitnah saya tentang Kiai yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang. Maafkan saya, kyai. Maafkan saya…”
Kyai Husain mengangguk-angguk sambil tersenyum. Ada kehangatan yang aku rasakan dari raut mukanya. “Seperti aku katakana kemarin, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kau hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku. Tetapi kau harus belajar seusatu…,” katanya.
Aku hanya terdiam mendengar perkataan Kyai Husain yang lembut, menyejukkan hatiku.
“Kini pulanglah…” kata Kyai Husain.
Aku baru saja akan segera beranjak untuk pamit dan mencium tangannya, tetapi Kiai Husain melanjutkan kalimatnya, “Pulanglah dengan kembali berjalan kaki dan menempuh jalan yang sama dengan saat kau menuju pondokku tadi…”
Aku terkejut mendengarkan permintaan kyai Husain kali ini, apalagi mendengarkan “syarat” berikutnya: “Di sepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng yang tadi kaucabuti satu per satu. Esok hari, laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang bisa kau kumpulkan.”
Aku terdiam. Aku tak mungkin menolak permintaan Kyai Husain.
“Kau akan mempelajari sesuatu dari semua ini,” tutup Kyai Husain.
***
Sepanjang perjalanan pulang, aku berusaha menemukan bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepaskan di sepanjang jalan. Hari yang terik. Perjalanan yang melelahkan. Betapa sulit menemukan bulu-bulu itu. Mereka tentu saja telah tertiup angin, atau menempel di sebuah kendaraan yang sedang menuju kota yang jauh, atau tersapu ke mana saja ke tempat yang kini tak mungkin aku ketahui.
Tapi aku harus menemukan mereka! Aku harus terus mencari ke setiap sudut jalanan, ke gang-gang sempit, ke mana saja!
Aku terus berjalan.
Setelah berjam-jam, aku berdiri di depan rumahku dengan pakaian yang dibasahi keringat. Nafasku berat. Tenggorokanku kering. Di tanganku, kugenggam lima helai bulu kemoceng yang berhasil kutemukan di sepanjang perjalanan.
Hari sudah menjelang petang. Dari ratusan yang kucabuti dan kujatuhkan dalam perjalanan pergi, hanya lima helai yang berhasil kutemukan dan kupungut lagi di perjalanan pulang. Ya, hanya lima helai. Lima helai.
***
Hari berikutnya aku menemui Kyai Husain dengan wajah yang murung. Aku menyerahkan lima helai bulu kemoceng itu pada Kyai Husain. “Ini, Kyai, hanya ini yang berhasil saya temukan.” Aku membuka genggaman tanganku dan menyodorkannya pada Kyai Husain.
Kyai Husain terkekeh. “Kini kau telah belajar sesuatu,”katanya.
Aku mengernyitkan dahiku. “Apa yang telah aku pelajari, Kyai?” Aku benar-benar tak mengerti.
“Tentang fitnah-fitnah itu,” jawab kyai Husain.
Tiba-tiba aku tersentak. Dadaku berdebar. Kepalaku mulai berkeringat.
“Bulu-bulu yang kaucabuti dan kaujatuhkan sepanjang perjalanan adalah fitnah-fitnah yang kausebarkan. Meskipun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan berusaha memperbaikinya, fitnah-fitnah itu telah menjadi bulu-bulu yang beterbangan entah kemana. Bulu-bulu itu adalah kata-katamu. Mereka dibawa angin waktu ke mana saja, ke berbagai tempat yang tak mungkin bisa kau duga-duga, ke berbagai wilayah yang tak mungkin bisa kauhitung!”
Tiba-tiba aku menggigil mendengarkan kata-kata Kiai Husain. Seolah-olah ada tabrakan pesawat yang paling dahsyat di dalam kepalaku. Seolah-olah ada hujan mata pisau yang menghujam jantungku. Aku ingin menangis sekeras-kerasnya. Aku ingin mencabut lidahku sendiri.
“Bayangkan salah satu dari fitnah-fitnah itu suatu saat kembali pada dirimu sendiri… Barangkali kau akan berusaha meluruskannya, karena kau benar-benar merasa bersalah telah menyakiti orang lain dengan kata-katamu itu. Barangkali kau tak tak ingin mendengarnya lagi. Tetapi kau tak bisa menghentikan semua itu! Kata-katamu yang telah terlanjur tersebar dan terus disebarkan di luar kendalimu, tak bisa kau bungkus lagi dalam sebuah kotak besi untuk kau kubur dalam-dalam sehingga tak ada orang lain lagi yang mendengarnya. Angin waktu telah mengabadikannya.”
“Fitnah-fitnah itu telah menjadi dosa yang terus beranak-pinak tak ada ujungnya. Agama menyebutnya sebagai dosa jariyah. Dosa yang terus berjalan diluar kendali pelaku pertamanya. Maka tentang fitnah-fitnah itu, meskipun aku atau siapapun saja yang kau fitnah telah memaafkanmu sepenuh hati, fitnah-fitnah itu terus mengalir hingga kau tak bisa membayangkan ujung dari semuanya. Bahkan meskipun kau telah meninggal dunia, fitnah-fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi. Maka kau tak bisa menghitung lagi berapa banyak fitnah-fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukanmu kelak.”
Tangisku benar-benar pecah. Aku tersungkur di lantai.
“Astagfirulloh hal-adzhim… Astagfirullohal-adzhim…
Astagfirulloh hal-adzhim…”
Aku hanya bisa terus mengulangi istighfar. Dadaku gemuruh. Air mata menderas dari kedua ujung mataku.
“Ajari saya apa saja untuk membunuh fitnah-fitnah itu, Kyai. Ajari saya! Ajari saya! Astagfirulloohal-adzhim…” Aku terus menangis menyesali apa yang telah aku perbuat.
Kyai Husain tertunduk. Beliau tampak meneteskan air matanya.“ Aku telah memaafkanmu setulus hatiku, Nak,” katanya, “Kini, aku hanya bisa mendoakanmu agar Allah mengampunimu, mengampuni kita semua. Kita harus percaya bahwa Allah, dengan kasih sayangnya, adalah zat yang maha terus menerus menerima taubat manusia… Innallooha tawwaabur-rahiim...”
Aku disambar halilintar jutaan megawatt yang mengguncangkan batinku! Aku ingin mengucapkan sejuta atau semiliar istighfar untuk semua yang sudah kulakukan! Aku ingin membacakan doa-doa apa saja untuk menghentikan fitnah-fitnah itu!
“Kini kau telah belajar sesuatu,” kata Kyai Husain, setengah berbisik. Pipinya masih basah oleh air mata, “Fitnah-fitnah itu bukan hanya tentang dirimu dan seseorang yang kau sakiti. Ia lebih luas lagi. Demikianlah, anakku, FITNAH ITU LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN...

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Kebanyakan happy ending

Ada seorang anak yang bernama Haryadi...
Dia bersekolah di sebuah desa terpencil di pedalaman Marokko.
Semua teman sekelas membencinya karena kebodohannya, terlebih lagi guru si Haryadi yg selalu berteriak kepadanya..
"Kamu membuat saya gila Haryadi!!! "
Suatu hari ibunya datang ke sekolah untuk melihat apa yg Haryadi lakukan, si guru menceritakan apa adanya kpd sang ibu bahwa anaknya adalah sebuah bencana bagi sekolah, selalu dapat nilai jelek dan dia tidak pernah melihat ada anak sebodoh itu di sepanjang karirnya sbg guru.
Ibu si Haryadi tidak terima mendapatkan laporan seperti itu, oleh ibu Haryadi dikeluarkan dari sekolah itu dan diajak pindah ke kota lain.
Akhirnya .... 25 tahun kemudian, sang guru terkena serangan jantung, dokter menyarankan agar dia melakukan operasi ke dokter spesialis bedah jantung.
Karena tak ada jalan lain, akhirnya operasi pun dilakukan dan sukses.
Sesaat setelah operasi, sang guru membuka matanya, dia melihat seorang dokter yang tampan sdg tersenyum padanya, dia mau mengucapkan sesuatu pada si dokter tapi tak mampu bicara karena masih terpengaruh obat bius.
Sejurus kemudian...
Sang guru kelihatan panik dan menggerak-gerakan kepalanya, wajahnya mulai kelihatan membiru, dia mengangkat tangannya untuk memberitahu sang dokter tentang sesuatu...
Tapi ternyata terlambat, si guru akhirnya meninggal dunia.
Sang dokter sangat terkejut dan berusaha memahami apa yang barusan terjadi, dia membalikan badannya dan melihat si Haryadi yg bekerja di rumah sakit itu sebagai cleaning service telah mencabut colokan listrik alat bantu pernapasan untuk diganti dengan colokan listrik vacuum cleanernya.
Jadi jika anda tadi berpikir bahwa Haryadi adalah si dokter...
SALAH..
Ini berarti anda terlalu banyak nonton sinetron atau film India atau terlalu sering menghadiri seminar motivasi 
jika ada kesamaan Nama dan t4 bisa jadi emang sama 
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Rabu, 09 Maret 2016

Adventure Kediri

Kediri Kami Datang
Alhamdulillah 6/8/2015, bisa pergi ke kediri, pada awalnya memang kami skeluarga sudah berencana untuk kesana namun bukan bulan agustus tapi desember, berhubung adik sepupuku pieta priamika menikah maka dengan izin Alloh kami berangkat bulan agustus.
Banyak pertimbangan untuk memilih moda transportasi, saya putuskan naik kereta selain sudah lama tidak naik kereta juga irit tur ekonomis. Pilihan pertama pengennya naik kereta brantas atau matarmaja kereta ketika saya saat membujang, sayang saat mo beli online ternyata sudah kehabisan tempat duduk, yg ada


tinggal majapahit, dan krakatau, ok deh tak jadi masalah akhirnya pesan majapahit untuk pp.
Mantaps tiket sudah ditangan untuk PP saatnya packing time, urusan Umi sibuk jejelin serbaneka ke dalam koper, awalnya ada 4 koper yg akan dibawa, waduh kebayang deh kuli panggulnya harus minum jamu cap kereta jakban nih, eh tu jamu buat obat kuatkan ? Kwkwkw
Alhamdulillah gak jadi minum jamu ternyata setelah diringkas, dirangkum secara cepat padat dan tepat koper yg dibawa cukup 3 saja plus kado nikah.


Tadinya mo bawa gitar buat jaga" kalo gak ada duit jajan, eh malah Umi bilang mo bawa kecrekan juga, kwkkwkw akhirnya gak kebawa juga tuh gitar.
Tak kuduga sebelumnya ternyata gemblokan yg dibawa lumayan juga kepikiran lagi minum jamu plus pijit wadowww nikmatnya.
Bismillahi tawaqaltu allallahu laa haula walaaquwata illabillahi. Yup kami mulai beranjak dari rumah waktu menunjukkan jam 13.30 dengan diantar oleh tiga jagoan kampung Sawah erwin, reza, and dicki makasih ya mas udah nganter cring cring gojek dadakan kwkwkk. Pas deh saat turun P20 jurusan lebak bulus senen hadir menjemput kami. Kwkwkwwk sudah hampir 6 tahun kebelakang aku tak pernah menggunakan angkutan umum, asli bingung kaya orang baru aja kwkkwk. Walau macet bus yg kami tumpangi lancar jaya siplah ternyata ni bus lewat jalur busway babang sampai tertidur nyaman

1 jam perjalanan kami tiba di terminal senen, tinggal menyebrang sampai qt di stasiun senen, banyak yg berubah pengguna kereta mulai tertib, mereka antri membeli tiket, yg asyik itu saat mencetak tiket kereta di anjungan cetak mandiri seperti mengambil karcis di mesin game timi jojon.kwkwkkw selesai cetak menuju kita ke gerbang pintu kemerdekaan halah pintu gerbang tuk menuju peron sayang saat saya datang pintu masih tutup. Pintu akan dibuka satu jam sebelum kereta berangkat.
Suara terdengar dari pengeras suara kereta majapahit akan masuk peron 3....tuit tuit tuit wih tanpa komando penumpang dah berbaris menuju pintu gerbong masing". Alhamdulillah bangku yg kami pesan bisa kami tukar guling agar bisa duduk bersama berhadapan. Makasih ya mbak dan mas yg baik hati ucapku senang bingitsss. Waktu menunjukkan pukul 18.30 kereta mulai bergoyang mantap dengan sulingnya yg nyaring tuit..tuit meninggalkan stasiun pasar senen menuju stasiun terakhir kota malang.

13 stasiun akan menjadi tempat pemberhentian untuk sampai kediri, untuk malang tunggu sebentar aku hitung dulu 18 stasiun. Ya hampir lama tak naik kereta seperti sedang reuni saja, duduk si sambungan gerbong, umpel umpelan gelap dan bau pesing. Wakwaw aku gak reunian lagi kereta yg dulu mana ? Mana ? Dimana ? Kwkwkkw lebay dah kereta yg kunaiki saat tulisan ini naik cetak, sungguh berbeda bersih, nyaman, tak ada pengamen tak ada lagi ndok asin, toilet bersih dan wangi, sayang menurutku untuk kelas AC walau ekonomi kurang dingin. Ya sudahlah tetep asyik kok bisa tidur selonjoran di kereta dgn beralas selimut dan bantal sewaan yg ditukar tak kurang 20k saja. Samar ku dengar dr speaker kereta suara lirih belum sarapan sepertinya kwkwk sebentar lagi kereta akan masuk stasiun kediri, gedubrak gedubruk pating mencolot uwealah sediluk men mandekke....coeg



Mampir sebentar minum kopi dan teh, lanjut menuju kauman gg buntu diantar becak 4 kwwkkw cagub dateng daftar PILKADAL. Disambut meriah gak pake petasan juga sih, ada yg menitikkan air mata segala maklumlah 10th gak ktemu. Beberes, mandi, ganti baju beskap, dilanjut foto" ijab qobul

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Rabu, 30 Mei 2012

Permadani Hijau di Indonesia

Jari seperti lupa dengan abjad di keyboard, sudah seminggu berjalan kunjungan sekitar JABODETABEK dan sekali kunjungan ke Bandung, di benak gw mengasyikkan juga pelesir ke lapangan Golf. Dari lapangan yang sejuk hingga lapangan yang panas, dari mobil antik hingga mobil keluaran terbaru berjejer bak showroom, dari cady pembawa tas alias porter alias pelayan alias pembokat, dari Bos bermodal dan bos penipu juga ada.
ketertarikanku ternyata bukan pada hal yang aku sebutkan diatas, namun gw tertarik pada rumput hijau yang terhampar dilapangan golf tersebut. Rapi tertata menyehatkan mata, pertanyaan muncul dalam benak bagaimana sih perawatannya ? dan bagaimana caranya ?
Rumput bak permadani tergelar itu membutuhkan perawatan luar biasa manja pakai pupuknya saja made in Amerika walah walah Indonesia gak bisa bikin pupuk apa ? tanyaku, coba tak searching deh ternyata banyak kok pupuk baik terbuat dari bahan kimia ataupun organik berbentuk cair dan granular atau pelet dibuat di Indonesia, malah membuat gw bangga pupuk itu dibuat dengan skala industri rumahan.lalu apa alasan pengelola memakai produk luar ketimbang produk lokal, lalu sibuk deh gw mencari banyak jawaban kenapa Pupuk lokal dipakai oleh pengelola lapangan golf sebagai pupuk penunjang saja bukan sebagai pupuk inti untuk lapangan?
Mengapa pupuk dari luar negeri dikhususkan untuk rumput bukan dikhususkan untuk pupuk tanaman produksi seperti cabai, tomat dan tanaman sejenis lainnya ?
Jawabnya ternyata pembuat pupuk di Indonesia lebih fokus dengan lahan pertanian, bukan lapangan golf. Banyak dari produsen lokal belum terinspirasi untuk membuat pupuk yang dikhususkan untuk rumput saja.

Namun dari beberapa hal tadi Gw lebih tertarik dengan pola bisnis atau dagang dengan sistem berkelanjutan dimana sang marketing juga melaksanakan kunjungan dengan melakukan konsultasi lapangan dan pelatihan seperti penyuluh lapangan gitu, walau ada bedanya juga, ini SECRET information biasa pola bisnis Indonesia sisipkan fee 10% ke no rekening Manager lapangan  ( super intendent ) agar bisnis di Indonesia bisa lancar. Nah hal terakhir ini yang gak bisa dikalahin so selamat berjuang pupuk lokal.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Jumat, 11 Mei 2012

Sukhoi meninggalkan jejak Di Gunung Salak



Sumber : http://www.belantaraindonesia.org
Gunung Salak mendadak jadi perhatian dunia, menyusul penemuan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh 2,5 km sebelah timur dari Kawah Ratu. Seperti apakah kawah yang akrab sebagai destinasi wisata para pecinta gunung ini?

Kawah Ratu bukanlah nama yang asing bagi para pendaki gunung, apalagi mereka yang berdomisili di Jabodetabek. Bertualang ke Kawah Ratu adalah agenda mingguan yang membuat kawah ini ramai di akhir pekan.
Dari situs Global Volcanism Program, Gunung Salak memiliki karakter unik karena memiliki tiga puncak sebagai akibat dari runtuhan material dari beberapa kali letusan. Di Wikipedia disebutkan, Puncak Salak I adalah yang paling tinggi yaitu 2.211 mdpl dan dianggap sebagai penanda tinggi gunung yang berada di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi ini. Puncak Salak II mencapai 2.180 mdpl dan Puncak Sumbul tingginya 1.926 mdpl.

Nah, Kawah Ratu ini adalah produk terakhir dari aktivitas vulkanik Gunung Salak. Pemandangan yang indah menjadi magnet para pendaki gunung untuk berwisata ke Kawah Ratu. Kawah ini berada dalam satu jalur pendakian menuju Puncak Salak I yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Yang paling disuka para pendaki gunung adalah rangkaian petualangan yang dimulai dari kawasan Gunung Salak Endah. Mereka bisa memulai rekreasi dari Curug Cigamea, Curug Seribu, mandi air panas, dan puncak acaranya adalah mendaki ke Kawah Ratu.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Kawah Ratu hanya sekitar 4 jam. Jalur utamanya relatif mudah, dan jangan heran jika Anda bertemu rombongan anak - anak SD atau warga sekitar yang ikut naik ke Kawah Ratu, karena ini sudah seperti tempat main mereka.

Kawah Ratu memberikan pemandangan unik sekaligus eksotis. Setelah trekking jalur hutan, para pendaki akan sampai ke area terbuka. Menjelang sampai ke Kawah Ratu, jalurnya laksana hutan kering kerontang. Jangan heran, ini karena Kawah Ratu yang masih aktif dan panas, berpadu dengan sungai dan lelehan mineral seperti kapur dan belerang.

Kawahnya bukan berbentuk lubang raksasa melainkan kolam kawah yang ukurannya biasa saja. Tapi, kawasan di sekitarnya adalah hamparan bebatuan kapur dan belerang seluas mata memandang. Uap panas yang menerobos bebatuan langsung berubah menjadi kabut yang melayang rendah.

Rembesan mineral mengalir sepanjang sungai di sekitar Kawah Ratu. Akibatnya, sungai itu memiliki dasar yang berwarna hijau akibat endapan mineral. Air sungai yang hangat menjadi obat para pendaki untuk mengusir udara dingin.

Kawah Ratu menawarkan petualangan seru dan objek fotografi yang menarik. Namun memang, lokasi jatuhnya Sukhoi yang berjarak 2,5 km arah timur Kawah Ratu, memiliki medan yang lebih berat dari jalur reguler pendakian ke Kawah Ratu.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Kamis, 26 April 2012

Semangat Olah Raga

Wow abi kena tendangan "Macan ngamuk" nya babang Sayyid, bola mendarat mulus pas jidat. senengnya dia dan Frida melihatku yang pura-pura jatuh tersungkur ketanah....hehehe , hari ini kami bermain di taman tak jauh dari rumah kira kira 1 Km dari rumah kami.Frida duduk sembari ngemil sudah pasti, memandangi anak anak sebayanya bermain perosotan. Dilokasi ini pun juga tempat berkumpulnya komunitas remaja penggila atau bercita-cita jadi Boy Band. Asyik juga melihat mereka dengan semangatnya menggerakkan tubuh dari atas hingga ke bawah secara dinamis. Termasuk kegiatan positif juga tuh daripada teman teman mereka yang punya kebiasaan timpuk-timpukan batu alias tawuran. Namun ada lagi yang menarik di sisi luar taman banyak juga para manula berlari lari kecil sesekali berhenti mengatur napas, maklumlah napasnya dah TU...A , TU....A walah jadi ngawur nih. Ada semangat lagi nih untuk jogging walau belum kesampaian beli sepatu lagi, sebab sepatu joggingnya kabur melarikan diri kebawa banjir, gak papalah toh udah ada niat untuk olah raga lagi ....:) semangat lagi bro !!!

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Minggu, 18 Maret 2012

Apa yang kau pikirkan

"PIKIRAN KECIL, SEDANG, BESAR"
Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, istri mantan Presiden USA Franklin D. Roosevelt yang mengatakan : "Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas".
“Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya ...
PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.
PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.
PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan. Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,
PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan
PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan : “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Si Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”.

Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon mengisnpirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASInya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH, GOSIP2...
si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA, POLITIK....
si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI, TULISAN2 TENTANG IDE2, MOTIVASI....

Jadi apa yang sedang kita pikirkan saat ini ?

Ditulis oleh : Pramono Dewo
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Rabu, 14 Maret 2012

Makan gaji buta

Setiap pegawai ataupun karyawan memiliki kewajiban untuk komitmen dengan tugasnya dan mengerjakannya dengan baik sehingga berhak mendapatkan upah dan upah tersebut berstatus halal baginya. Jika dia tidak bekerja sebagaimana mestinya atau sama sekali tidak menunaikan kewajibannya maka dia sama sekali tidak berhak mendapatkan gaji atau upah. Gaji buta tersebut tidaklah halal baginya. Jika dia nekat mengambil gaji buta maka dia memakan harta dengan cara yang batil.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan harta orang lain dengan cara yang batil." (QS. An Nisa: 29).
Para ulama yang duduk di Lajnah Daimah mengatakan, "Menjadi kewajiban orang yang dipekerjakan dengan suatu pekerjaan dan dia mendapatkan gaji karena pekerjaan tersebut untuk bekerja sebagaimana mestinya. Jika dia tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, maka dia tidak halal mengambil gaji tersebut karena dia mengambil gaji tanpa ada kompensasi timbal balik yang dia berikan kepada pihak yang mempekerjakannya." (Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Abdul Aziz alu Syaikh, Abdullah bin Ghadayan, Shalih al Fauzan dan Bakr Abu Zaid, Fatawa Lajnah Daimah, 15:153).
Para ulama Lajnah Daimah juga mengatakan, "Keikhlasan kerja bagi PNS atau karyawan swasta adalah menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya sebagaimana yang telah disepakati dalam perjanjian kerja atau dalam aturan kerja. Pekerjaan itu termasuk amanah yang wajib ditunaikan sebagaimana firman Allah
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
"Sesungguhnya Allah itu memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah." (QS. An Nisa:58)”
(Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Abdul Aziz alu Syaikh, Shalih al Fauzan dan Bakr Abu Zaid, Fatawa Lajnah Daimah, 15:155-156)
Sumber: Islamqa.info
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Rabu, 07 Maret 2012

Rindu PulKam

Sewindu sudah aku tak mengunjungi kampung halaman kelahiran ibundaku tercinta kota Kediri dengan slogannya Kediri Bersemi tahu apa kepanjangannya...desiran angin di jalan Dhoho bercampur dengan aroma kopi kental yang dijajakan disepanjang jalan warung lesehan, rasanya menyeruak menembus hidungku.Sarapan pagi dengan sambal tumpang ditambah dengan remukan peyek kacang mengganjal perutku yang keroncongan.
Teringat juga duduk cangkruk di jembatan baru tak jauh dari Masjid Jamie Kediri bersama teman - teman sepermainan, ditemani dengan segelas kopi hangat pengusir angin malam dingin menusuk. Sesekali aku juga memancing di kali berantas lumayanlah mengusir penatku setelah sekolah di SMALA Kediri. Sekolah indah posisi strategis untuk belajar bagaimana tidak letaknya saja berada di kaki Gunung Klotok jauh dari hiruk pikuk bisingnya kendaraan paling - paling hanya satu dua kendaraan pengangkut hasil panen penduduk. Susilo,Iwan, Mahfuz, Rifa'i, Ruty, Badrus Masih ingatkah kalian dengan ku ...:(  Ane coba searcing di Mbah Google, Facebook hanya nama Badrus dan Ruty yang ku temui, itupun belum ada balasan dari kalian sibuk kali yah enterpreuner sejati ....hahahaha mudah - mudahan kalian dalam keadaan sehat wal afiat.
Bila saatnya kelak akan kutelusuri lagi jalan kenangan, penuh pelajaran bernilai yang menoreh dalam jiwa ku terima kasih untuk Mbah Delan guru ngajiku Rahimahullah, Mbah Moeridjan kakekku Rahimahullah, Pak Ketut Om tersayang pelukis jiwaku, Lek Nis bulekku Sang Chef Iwak Pindang, Pitta adikku terca'em dan teman temanku di Kediri penghibur diriku saat aku jauh dari keluarga....Semoga Alloh merahmati kalian semua...Amin
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Kamis, 23 Februari 2012

Ujian Tiada Henti

Sudah beberapa hari ini cinta, sayang ku jatuh sakit. Yang paling parah ya hari ini....:( sebelumnya aku telah bertanya padanya. " Apakah engkau kuat wahai sayangku ?" jawabnya lirih " Ana masih kuat Abi " sembari dia menyiapkan air panas untukku mandi, dan keperluanku lainnya sebelum aku berangkat ke kantor. dengan senyum manisnya Umi mencoba menutupi rasa sakit yang dideritanya.....
Dalam kebingunganku dan kegelisahanku bagaimana tidak aku baru saja bekerja belum ada satu bulan, tentu kebanyakan orang menganggap masa training performanya harus bagus namun bagiku training atau tidak ya sama aja harus melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya sebagai amal ibadah ku tentunya.Umi mengingatku akan ujian Alloh..." Sesungguhnya setiap manusia akan diuji, dan ujian itu sesuai dengan kadar kemampuan manusia." kita pasti bisa melewatinya bi ujarnya semangat.
Umi tidak hanya mengisi "hari ku" tapi juga mengisi "hatiku", Ya Robb pemilik segala urusan mudahkan segala urusan hamba-Mu ini, berikanlah kemudahan aku di dunia dan di akhirat jika memang urusanku itu membuat ku dalam kesusahan di dunia dan akhirat maka gantikannlah dengan urusan yang lain....amin
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Kamis, 16 Februari 2012

Tuk Mama ( Bu Rita )

Tak terasa sudah hampir dua bulan saya tak bertemu dengan beliau, kangen ama ceritanya, Omelannya pake tanda kutip ah "Omelannya", ditebelin juga kali "Omelannya" nah baru pas, ketawanya....hehehehehe ceria banget deh  ibuku yang satu ini.
Ibuku ini bisa aja semua bisa jadi cerita dan nyambuuuung aja pertanda orang yang cerdas dan sigap, belum lagi bila beliau tergopoh gopoh naik turun tangga sekolah yang tingkat tiga, coba bayangkan dengan berat badannya (maaf ya Bu : saya berusaha jujur) serta usianya yang tak bisa dibilang muda, beliau masih kuat loh megangin tangganya....( bukan kuat naik tangganya ).....hehehe :)
Suatu saat saya bilang ke beliau," Bu saya sudah menganggap Ibu itu seperti Ibu ku sendiri ?" tapi apa jawab beliau ......dengan enteng dia jawab "Ya gak papa, tapi jangan minta nenen ya !!!" Gubrak saya ketawa sejadi-jadinya....( Ibu bisa aja ngelawaknya )
Beliau juga temperamen ( ya iyalah wong beliaukan dari Medan ), Mamaku ini cepet ademnya kebalikan dari diesel yang cepet panasnya.....semua langkah beliau pikirkan masak-masak, gak sembrono ibarat main catur tujuh langkah kedepan beliau sudah pikirkan.
Ibu Rita yang saya hormati, banyak ilmu yang saya dapat sejak berguru pada Ibu,tentu pelajaran itu akan menjadi bekal saya turun gunung.....hehehehe kaya Wiro Sableng.
Saya beserta keluarga mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya, hanya do'a yang kami lantunkan disetiap ruku' dan sujud kami agar Ibu,Mama,Emak,Nyak,Umi selalu diberi kesehatan dan kemudahan sebagai rasa terima kasih kami.

Dedicated for Ibu Dra.Rita Uli Simanjuntak.M.Pd.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Minggu, 12 Februari 2012

Menipu sang Koruptor

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu.
Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi--kita tahu--menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.
Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.
Nasrudin kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?"
Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya." Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"
"Yah," jawab Nasrudin, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Dan berlalulah Nasrudin.
sumber : Pustaka Media
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Sabtu, 11 Februari 2012

Kemenangan telah dijanjikan

Hari ahad kemarin aku iseng obrak abrik mp3, eh ketemu lagu nasyid " Suara Persaudaraan " judulnya Fajar Kemenangan, ehm lagunya syahdu gitu bikin aku dan istriku mengingat masa yang tlah lalu dimana kami berdua belum basua. ngomongin nih nasyid hati terasa disindir kemana aja hari gini gak liqo lagi, mulai kurang sholat tahajudnya, kadang dhuha kadang tidak, hati mulai kosongkah, atau mulai dikosongkan ? padahal banyak hal yang telah Alloh timpakan pada kami untuk mengingatkan. AstagfiruLlah terhenyak kami dibuatnya, adzan dhuhur kami sholat dan bertekad tuk kembali menetapi jalan juang ini, sungguh kami berdua manusia biasa semoga bila kelak kami terlupa masih ada saudara kami yang mau mengingatkannya.

Musim semi kini telah tiba
bunga bunga bermekaran
disepanjang jalan warna berganti
mekar asri berseri
kuntum yang layu
kuncup yang beku
dahan daunan membiru
menahan dingin salju
pupus sudah berlalu
masa sulit kelabu
tertiup angin songsong hidup baru
dunia ibarat sebuah terminal
hanya tempat persinggahan
bersabarlah hadapi ujian
takkan lama kan hilang
cobaan hidup bagi manusia
isyarat cintaNya bagi kita semua
tetapilah kawan tentang sebuah jalan
menuju fajar terbit nan terang
abi sayang umi
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

♥~Adukan hanya pada-Nya~♥

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
♥~Adukan hanya pada-Nya~♥

Mengapa manusia tidik belajar banyak dari pengalaman pahit orang lain.
... Bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya kehinaan yang malah kemudian ia dapat kelak. Siapa manusia yang tidak punya sahabat? Siapa manusia yang tidak punya kawan? Hampir rata-rata punya.
Kesedihan dann kesepianlah yang ada bila se2orang hidup sendirian tanpa ada yang menemani.Tapi bila sahabat yang kita jadikan sahabat,kawan yang kita jadikan kawan,kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita,maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadu masalah kita kepada dia,sahabat atau teman,dan sering mengeluh kesahkan kesusahan padanya.
Sebab hal ini ternyata menjadi bumerang buat diri kita sendiri. Memang salah satu sifat manusia adalah berkeluh kesah.mengadukan kehdupannya pd org lain.Andai kita tahu bahayanya,tentu kita akan sedikit mengerem keluh kesah kita kepada orang lain.
Mestinya kita tahu,bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh,yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah,bukan sahabat kita,bukan teman atau kawan kita,bukan saudara kita.
Kita punya Allah yang maha mendengar dan maha menjaga segala rahasia.
Mulailah sekarang,jadikan Allah sebagai satu2nya mitra berkeluh kesah dan sekaligus memohon pertolonganNya.
Adukan hanya padaNya.ALLAH SWT

♥ ♥ ♥

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Teruntuk Umi :)

Diam,itulah caraku mencintaimu karena-Nya. Mengharap kesucian agar hatiku dan hatimu tak terbesit oleh nafsu.  Diam,itulah caraku mencintaimu karena-Nya. Mengharap ketaqwaan agar fitrah itu tidak membuat Rabb ku cemburu padaku.  Diam,adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Mengharap syafa'at agar selamat di dunia dan di akhirat-Nya.  Diam,adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Mengharap keridhoan-Nya agar Allah tidak membenci perilaku kita.
Diam,adalah caraku mencintaimu karena-Nya. Mengharap keikhlasan agar Allah berikan balasan yg indah bagi para pemelihara kesucian.  Aku tidak marah,aku tidak cemburu karena kau bukan hakku,Kadang memang kelemahan sebagai manusia biasa aku.Ada sedikit cinta di hatiku utkmu.Yang ingin agar kau tau.Tapi sekali lagi kau milik Allah bukan miliku.jadi biarkan cinta ini ku pendam dalam hatiku.bila ada siraman Ridhonya kita kan bersama dan bila tidak,aku yakin akan ada bibit yang lebih baik dari- Nya..jadi walau aku cinta aku putuskan utk diam,biarkan Allah yang maha Kuasa mengatur-Nya.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Si Cantik Frida

Si kecil saat ini telah berusia 10 bulan, menyenangkan dengan hadirnya dia. Frida Aulia Rahim namanya. senyumnya, tawanya, tangisnya selalu ada dalam ingatan ku. Babang Sayyid begitu ku panggil anak pertama dari temanku dia juga sangat cerdas dan menggemaskan sholehnya , sering kali ku lihat mereka berdua tertawa dan bergurau bersama, aku dan istriku berharap mereka berdua mendapat adik lagi dari kami berdua.
Mungkin belum saatnya kami berdua memiliki momongan dari rahim istriku, tapi Alloh telah mengamanahkan mereka berdua pada kami, dari mereka berdualah kami belajar bagaimana memiliki, bagaimana menyayangi, mencintai, dan berbagi. Sungguh indah pelajaran yang kami dapat.....Semoga Alloh memberikan kemudahan dan ridho-Nya pada kami.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Kembali ke ...

SHARE

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Translate

Follow me!Follow me!

P

Terus Bergerak !!!

Semburat Ingin Tahu

Cerdas MerdekA :)

SwaMedium

Ketinggalan Jejak