Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih
Tampilkan postingan dengan label Mendaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendaki. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Sukhoi meninggalkan jejak Di Gunung Salak



Sumber : http://www.belantaraindonesia.org
Gunung Salak mendadak jadi perhatian dunia, menyusul penemuan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh 2,5 km sebelah timur dari Kawah Ratu. Seperti apakah kawah yang akrab sebagai destinasi wisata para pecinta gunung ini?

Kawah Ratu bukanlah nama yang asing bagi para pendaki gunung, apalagi mereka yang berdomisili di Jabodetabek. Bertualang ke Kawah Ratu adalah agenda mingguan yang membuat kawah ini ramai di akhir pekan.
Dari situs Global Volcanism Program, Gunung Salak memiliki karakter unik karena memiliki tiga puncak sebagai akibat dari runtuhan material dari beberapa kali letusan. Di Wikipedia disebutkan, Puncak Salak I adalah yang paling tinggi yaitu 2.211 mdpl dan dianggap sebagai penanda tinggi gunung yang berada di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi ini. Puncak Salak II mencapai 2.180 mdpl dan Puncak Sumbul tingginya 1.926 mdpl.

Nah, Kawah Ratu ini adalah produk terakhir dari aktivitas vulkanik Gunung Salak. Pemandangan yang indah menjadi magnet para pendaki gunung untuk berwisata ke Kawah Ratu. Kawah ini berada dalam satu jalur pendakian menuju Puncak Salak I yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Yang paling disuka para pendaki gunung adalah rangkaian petualangan yang dimulai dari kawasan Gunung Salak Endah. Mereka bisa memulai rekreasi dari Curug Cigamea, Curug Seribu, mandi air panas, dan puncak acaranya adalah mendaki ke Kawah Ratu.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Kawah Ratu hanya sekitar 4 jam. Jalur utamanya relatif mudah, dan jangan heran jika Anda bertemu rombongan anak - anak SD atau warga sekitar yang ikut naik ke Kawah Ratu, karena ini sudah seperti tempat main mereka.

Kawah Ratu memberikan pemandangan unik sekaligus eksotis. Setelah trekking jalur hutan, para pendaki akan sampai ke area terbuka. Menjelang sampai ke Kawah Ratu, jalurnya laksana hutan kering kerontang. Jangan heran, ini karena Kawah Ratu yang masih aktif dan panas, berpadu dengan sungai dan lelehan mineral seperti kapur dan belerang.

Kawahnya bukan berbentuk lubang raksasa melainkan kolam kawah yang ukurannya biasa saja. Tapi, kawasan di sekitarnya adalah hamparan bebatuan kapur dan belerang seluas mata memandang. Uap panas yang menerobos bebatuan langsung berubah menjadi kabut yang melayang rendah.

Rembesan mineral mengalir sepanjang sungai di sekitar Kawah Ratu. Akibatnya, sungai itu memiliki dasar yang berwarna hijau akibat endapan mineral. Air sungai yang hangat menjadi obat para pendaki untuk mengusir udara dingin.

Kawah Ratu menawarkan petualangan seru dan objek fotografi yang menarik. Namun memang, lokasi jatuhnya Sukhoi yang berjarak 2,5 km arah timur Kawah Ratu, memiliki medan yang lebih berat dari jalur reguler pendakian ke Kawah Ratu.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Rabu, 09 Mei 2012

Mendaki saat Kemarau

Sumber : http://www.belantaraindonesia.org 

Mendaki gunung sering kita tidak ingin terbatas waktu. Musim hujan dan musim panas kita tetap berjalan. Walau kita juga tahu, musim dan cuaca juga mempengaruhi kemampuan tubuh kita dalam melakukan sebuah pendakian gunung. Apabila Anda ingin mendaki gunung dalam keadaan musim kemarau, cobalah ikuti beberapa tips berikut ini.



PERBANYAK MINUM
Hal penting yang tidak boleh dilupakan saat mendaki gunung di musim kemarau dan bersuhu tinggi, perbanyaklah minum. Di wilayah gunung yang bersuhu tinggi, tentu Anda akan mengeluarkan banyak keringat. Agar tetap sehat dan tidak kehilangan cairan tubuh, cukupkan minum Anda. Meski tidak terasa haus, usahakan tetap minum. Ini membantu stamina Anda tetap terjaga.

GUNAKAN SUNBLOCK DAN LIPGLOSS
Setelah turun dari gunung, Anda tidak ingin wajah Anda dan kulit Anda terbakar bukan? Agar terhindar dari itu semua, selalu gunakan Sunblock selama 4 jam sekali. Selain itu, gunakan juga Lipgloss pada bibir Anda. Jangan anggap remeh hal ini. Udara yang kering dan suhu tinggi terkadang bisa menyebabkan kulit atau bibir Anda mengeluarkan darah. Jadi, selalu gunakan Lipgloss dan Sunblock.

SUNTIK MENINGITIS
Mendaki di musim kemarau bisa cukup berbahaya jika Anda tidak cukup kuat. Beberapa penyakit seperti Headstroke dan Meningitis bisa terjadi. Agar terhindar dari itu semua, lakukan suntik Meningitis sebulan sebelum melakukan pendakian gunung.

GUNAKAN ALAT PELINDUNG
Saat melakukan pendakian, jangan lupa dengan kacamata hitam. Kacamata hitam membantu mata Anda terhindar dari silaunya sinar Matahari. Dan baju lengan panjang yang cukup melindungi tubuh dari panas. Juga gunakan topi sebagai pelindung kepala agar tidak terpapar langsung dengan cahaya Matahari.

HORMATI ADAT KETIMURAN DI INDONESIA
Mendaki saat musim kemarau memang akan terasa enak apabila dengan pakaian yang terbuka. Tetapi alangkah baiknya apabila Anda mengurungkan sedikit niatan tersebut. Ingatlah adat ketimuran Indonesia yang menjunjung kesopanan dan juga menghindarkan kita dari sesuatu hal yang tidak kita inginkan.
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Tips Persiapan Mendaki

Bagi sebagian orang, mendaki gunung adalah kegiatan yang tidak berguna. Selain kedinginan dan kelelahan, risiko yang bakal dihadapi juga cukup besar. Banyak cerita para pendaki gunung yang tewas karena berbagai hal. Di antaranya jatuh ke jurang dan mati kedinginan.
Namun, bagi para petualang mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Di sini, mereka bisa berjalan menusuri rimba, melewati jurang yang terjal, dan mendaki bukit. Dengan aktivitas ini pemandangan alam yang tergelar di jagad raya bisa dinikmati dengan puas.
Sebelum melakukan pendakian sejumlah persiapan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Perbekalan, perlengkapan, dan yang penting badan yang sehat.
Dan, untuk mendapatkan perlengkapan pendakian saat ini banyak toko yang khusus menjual itu. Tinggal pilih sesuai dompet, mau merek lokal atau asing.
Ada tas punggung besar (carril), kantong tidur (sleeping bag), topi gunung, dan sandal gunung.
Persiapan PendakianBagi para petualang, mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan melakukan kegiatan ini, maka seseorang bisa menyaksikan keindahan alam yang luar biasa di puncak gunung. Belum lagi dengan pemandangan yang bisa ditemui di sepanjang jalur pendakian.
Namun mendaki gunung tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik. Sebab jika tidak, maka bisa jadi mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang sangat tidak menyenangkan.Bahkan lebih dari itu, tanpa persiapan khusus, seorang pendaki bisa mengalami celaka.
Persiapan umum yang harus dimiliki seorang pendaki sebelum mulai naik gunung antara lain:
1. Membawa alat navigasi berupa peta lokasi pendakian, peta, altimeter (Alat pengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut), atau kompas. Untuk itu, seorang pendaki harus paham bagaimana membaca peta dan melakukan orientasi. Jangan sekali-sekali mendaki bila dalam rombongan tidak ada yang berpengalaman mendaki dan berpengetahuan mendalam tentang navigasi.
2. Pastikan kondisi tubuh sehat dan kuat. Berolahragalah seperti lari atau berenang secara rutin sebelum mendaki.
3. Bawalah peralatan pendakian yang sesuai. Misalnya jaket anti air atau ponco, pisahkan pakaian untuk berkemah yang selalu harus kering dengan baju perjalanan, sepatu karet atau boot (jangan bersendal), senter dan baterai secukupnya, tenda, kantung tidur, matras.
4. Hitunglah lama perjalanan untuk menyesuaikan kebutuhan logistik. Berapa banyak harus membawa beras, bahan bakar, lauk pauk, dan piring serta gelas. Bawalah wadah air yang harus selalu terisi sepanjang perjalanan.
5. Bawalah peralatan medis, seperti obat merah, perban, dan obat-obat khusus bagi penderita penyakit tertentu.
6. Jangan malu untuk belajar dan berdiskusi dengan kelompok pencinta alam yang kini telah tersebar di sekolah menengah atau universitas-universitas.
7. Ukurlah kemampuan diri. Bila tidak sanggup meneruskan perjalanan, jangan ragu untuk kembali pulang.

Kesiapan Mental
Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya. Untuk mengetahui keadaan mental seseorang dalam kondisi fit atau tidak memang tidak mudah. Tentunya yang lebih memahami keadaan mental ini adalah diri kita sendiri. Kesiapan mental secara pribadi akan sangat berpengaruh pada kondisi tim. Jika kesiapan mental tidak dalam kondisi fit alangkah baiknya jika tidak memaksakan diri.
Kesiapan Fisik
Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan (sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya). Jogging (lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.
Beberapa perlengkapan atau bekal yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah :* Carriel atau tas besar untuk menampung seluruh perbekalan dan peralatan yang dibutuhkan
* Matras. Fungsinya adalah untuk alas duduk saat beristirahat sejenak.Matras juga bisa digunakan untuk pelapis di dalam carriel agar terlihat lebih rapi.
* Jas hujan. Alat ini sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi jika turun hujan saat pendakian. Sebab seringkali cuaca di gunung kurang bersahabat dan turun hujan yang cukup lebat.
* Tenda.Alat ini digunakan ketika para pendaki hendak beristirahat dalam waktu yang cukup lama. Tenda juga bisa melindungi para pendaki saat terjadi hujan atau angin kencang.
* Kantung tidur atau Sleeping bag.Alat ini berfungsi untuk menyelimuti saat tidur di gunung.Selain itu juga bisa digunakan sebagai alas tidur.
* Alat penerangan, seperti senter, lilin, batere cadangan, lampu badai. Dengan adanya alat penerangan yang memadai, maka kegiatan mendaki di malam hari bisa berjalan dengan lancar.
* Topi, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu khusus. Sepatu khusus ini diperlukan karena medan di pegunungan beda dengan medan di daerah yang datar sehingga memerlukan sepatu yang khusus.
* Pakaian hangat seperti jaket, kaus lengan panjang dan celana panjang kasual dengan bahan yang kuat dan nyaman pakai.
* Alat-alat P3K, suplemen makanan, makanan instan/kalengan, dan minuman mineral. Ketersediaan makanan yang cukup akan mampu memberikan energi yang cukup pula saat mendaki.
* Golok tebas, pisau lipat, dan teropong. Yang tidak kalah pentingnya adalah alat perekam (kamera atau handycam) untuk mendokumentasikan kegiatan selama pendakian

Kesiapan Administrasi
Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.
Kesiapan Ketrampilan dan Pengetahuan
Pengetahuan untuk dapat hidup di alam bebas. Kemampuan minimal yang perlu bagi pendaki adalah pengetahuan tentang navigasi darat, survival serta EMC (emergency medical care) praktis.

Sumber : http://www.cartenzadventure.com
Baca Selengkapnya dan biasakan meninggalkan komentar»

Kembali ke ...

SHARE

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Translate

Follow me!Follow me!

P

Terus Bergerak !!!

Semburat Ingin Tahu

Cerdas MerdekA :)

SwaMedium

Ketinggalan Jejak